Langsung ke konten utama

Hidup yang sempurna

Setiap langkah kaki yang lalui sepanjang hidupku adalah pikiranku.
**********************************************************************
Night...
Malam ini adalah malam kesekeian kalinya perenunganku, yak semenjak aku memasuki tahun ke tiga alias semester 6 kuliahku, semakin terasa beratnya kehidupan dan masa depan yang akan kujalani. Maybe, karena umurku melebihi teman2 seangkatanku yang rata-rata berbeda usia 2tahun. But entahlah, mungkin ada juga yang merasakan seperti yang kurasakan. And now aku udah berada di semester 8, kalo menurut prosedur udah gak ada lagi jadwal kuliah karena pada masa ini mahasiswa kependidikan memasuki Praktek lapangan di Sekolah. Namun aku memilih untuk memperbaiki nilai-nilai yang masih belum mencapai targetku. Ada beberapa yang berprasangka aku tidak lulus Micro teaching, namun itu semua salah. Alasan utama aku tidak mendapatkan tempat PL di padang dan untuk PL diluar kota aku benar-benar tidak siap. However aku cuma punya pilihan lanjut PL kembali belajar, dan aku memilih belajar.

Dan pada saat aku menulis blog ini, aku sudah memasuki minggu ke 12 kuliah atau pasca mid semester yang arinya 4 minggu lagi aku udah Ujian Akhir Semester. But, aku merasa semakin tidak karuan, aku semakin kacau dan seperti kehilangan semangat. entah kenapa. Aku berpikir, kenapa aku begitu galau dan gundah, mungkin saja karena perubahan-perubahan yang aku alami dirumah.Yap, aku anak ke 2 dari 2 bersaudara, aku mempunyai 1 kakak laki-laki dan aku adalah anak perempuan satu-satunya yang merupakan anak bungsu. Sedari kecil aku sangat dekat dg abang, mungkin karena perbedaan usai kami yang sangat dekat yaitu 1tahun 1 bulan. Namun semenjak 1 desember 2010/ sekitar 6 bulan yang lalu abang berangkat untuk bekerja di jakarta yang artinya aku menjadi anak tunggal dirumah. Sedih? Sangat! tapi tidak mungkin aku menahan abang untuk tetap disini, karena dia harus mengejar cita-citanya. pada awalnya meski berat hari-hari tanpa abang dirumah bisa aku lalui. namun 1bulan terakhir ini aku kembali mengalami shock yang seharusnya keluargaku dan aku bahagia karena Mama ditunjuk untuk menjadi Kepala Sekolah di TK Aisyiyah 31 Parak Kerakah. namun kesibukan mama membuat aku semakin merasa sendiri, biasanya akhir pekan merupakan hari yang aku tunggu-tunggu, karena full day bersama mama. setiap aku berada diruamh adalah hal yang menyenangkan. namun kenyataanya sekarang aku selalu sendiri dan sendiri dirumah.karena mama setiap pagi berangkat jam 07.00 dan pulang jam 14.00,  terkadang baru sejenak dirumah mama sudah berangkat lagi. sedih? bangeeett! gak bisa aku ungkapkan. kadang aku menangis sendiri tanpa aku inginkan.Setiap aku menangis aku memberi sugesti pada hati agar kuat, tegar, karena semua ini dilakukan mama demi aku! dan akau memang harus kuat dan tegar.
Mana Lyna yang dulu?
Ya Rabb, aku hanya ingin mama, papa, abang tetap tersenyum, berikan mereka kesehatan dan lindungi mereka selalu ya rabb..... Amiin

Love
-NA-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuju 25 Tahun

Sangat tidak terasa hampir 1/4 abad perjalanan kehidupan gw lalui. tak kurang 33 hari lagi, usia yang dikatakan orang-orang adalah usia yang matang bagi seorang wanita. namun tetap saja gw masih seperti usia 20tahun -__- kata teman2 gw tampang belum menunjukkkan usia gw, menurut gw karena faktor gw anak bungsu dan anak perempuan satu-satunya dirumah, jadi gw berkarakter manja, dan sering main sama adek kelas,, hehe

seuntai do'a untuk impian

Ya ALLAH, Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu. Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU. Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau (menauladani sifat-sifat Agung Mu). Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.