Langsung ke konten utama

menuju ujian skripsi

Sungguh saat-saat seperti ini menjadi moment yang paling boring selama gw kuliah. Karena setiap harinya di kampus tak ada kerjaan, sewaktu penelitian masih mending, gw bisa ke pustaka pusat, karena gw penelitian disana, kalo gak ada kerjaan/ teman di kampuz gw bisa ngetik skripsi disana. Namun penelitian gw usai gw semakin bingung hendak berbuat apa? mungkin karena teman nongkrong gw selama ini udah gak ada lagi di kampuz. 2 orang diantaranya udah wisuda, yang lainnya masih PL. Di rumah pun gw juga bingung gak tau mau ngapain karena di rumah cuma ada mama, dan 3 ekor kucing gw inyot,njes dan nte. mau ngobrol sama ma2 gak mungkin sama dg ngobrol sama teman sebaya. Itu sebabnya dari dulu gw pengen punya adek T_T tapi nasib gw menjadi anak bungsu yang menyebabkan gw cuma punya adek diluar rumah,, hiikksss,,,
Gw cuma punya 1 sodara laki-laki yang sekarang ini berdomisili di Jakarta. dan pulangnya tak menentu, biasanya sih sekali 6 bulan.
Saat ini sebenarnya saat2 yang paling mendebar-debarkan karena gw sangat ingin menyelesaikan skripsi ini dan segera ujian. biar beban gw lepas satu per satu dan membuat ortu tersenyum. dan lagi manusia pekerjaannya terbatas pembimbing gw juga manusia dan gw harus bersabar. huuft

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuju 25 Tahun

Sangat tidak terasa hampir 1/4 abad perjalanan kehidupan gw lalui. tak kurang 33 hari lagi, usia yang dikatakan orang-orang adalah usia yang matang bagi seorang wanita. namun tetap saja gw masih seperti usia 20tahun -__- kata teman2 gw tampang belum menunjukkkan usia gw, menurut gw karena faktor gw anak bungsu dan anak perempuan satu-satunya dirumah, jadi gw berkarakter manja, dan sering main sama adek kelas,, hehe

seuntai do'a untuk impian

Ya ALLAH, Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu. Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU. Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau (menauladani sifat-sifat Agung Mu). Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.